Skip to content

#Analisis Saham

203 posts
— reads
Energi Mega Persada (ENRG): Tumbang -15% di Tengah Badai IHSG, Masih Layak Dikoleksi?

ENRG anjlok 14,98% ke Rp1.220 di tengah koreksi IHSG dan sektor energi. Analisis teknikal, fundamental, dan katalis harga minyak Brent ~USD108 untuk menentukan zona entry yang tepat.

— reads
Sinergi Inti Andalan Prima (INET): Dana Rights Issue Rp4 Triliun Belum Terpakai, Harga Sudah di Bawah Harga Pelaksanaan

INET tumbang 53% YTD ke Rp218 meski duduki Rp4,49 triliun kas dari rights issue. Analisis apakah ini peluang atau jebakan nilai untuk emiten infrastruktur digital yang baru membangun FTTH.

— reads
Paramita Bangun Sarana (PBSA): Laba Q1 2026 Ambrol 96%, tapi Yield 6,5% dan Neraca Bersih

PBSA terjun 69% dari ATH Rp2.750 ke Rp850 setelah laba Q1 2026 hanya Rp1 miliar. Fundamentalnya masih kuat — zero debt, ROE 32%, dividend yield 6,5% — tapi earnings visibility 2026 menjadi tanda tanya besar.

— reads
Analisa Saham PT Pakuan Tbk. (UANG): Turun 70% dari Puncak, tapi Rights Issue 50% Dilusi Masih Mengintai

UANG rebound 14% ke Rp2.400 setelah anjlok dari ATH Rp8.000. Fundamental developer properti premium Shila at Sawangan belum mampu menjustifikasi valuasi P/B 7x. Rights issue 1,21 miliar saham masih menggantung.

— reads
Analisis Saham Amman Mineral (AMMN) Q1 2026: Fundamental Pulih Drastis, Tapi Teknikal Masih Mencekik

AMMN Q1 2026: laba bersih melonjak ke Rp2,7 triliun setelah smelter kembali beroperasi, namun harga saham sudah amblas 54% dari puncak dan RSI 18 belum konfirmasi reversal.

— reads
Analisis Saham Bumi Resources (BUMI) Q1 2026: Asing Net Buy Rp203 Miliar

BUMI Q1 2026: saham sudah -66% dari puncak, RSI ekstrem 16, dan asing justru net buy Rp203M. Namun P/E 42x, Altman Z-Score grey zone, dan zero dividen sejak 2012 membuat ini murni taruhan spekulatif pada diversifikasi emas-tembaga H2 2026.

— reads
Analisis Saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Mei 2026: MACD Golden Cross, Laba +167% YoY, Dividend Yield 5,3% — Paling Menarik di Sektor Konsumen

JPFA di Rp2.640 dengan MACD golden cross, volume 1,83x rata-rata, dan net foreign buy Rp12,1 miliar. Laba Q1 2026 melonjak 167% YoY; forward PE hanya 7x. Skenario harga di zona Rp3.000–3.200.

— reads
Analisis Saham PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Mei 2026: Neraca Sempurna, Tapi Kurs Rupiah Saat Ini Adalah Risiko Besar

MAPA di Rp595 punya F-Score 9/9, zero debt, net cash, ROE 20%, dan laba Q1 +39%. Tapi rupiah Rp17.700 langsung menaikkan COGS produk Nike-Adidas yang semuanya berbasis USD. Analisis level teknikal di zona Rp540–600.

— reads
Analisis Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Mei 2026

MDKA –7,23% ke Rp2.180 dengan RSI 15,3 dan net foreign buy Rp54,7M terbesar hari ini. Operasional membaik: Pani first gold, saprolit MBMA +72%. Tapi Altman Z-Score 0,87, interest coverage 1,14x, dan FCF negatif memerlukan kehati-hatian ekstra.

— reads
Analisis Saham Perusahaan Gas Negara (PGAS) Q1 2026: Yield 10%, Net Cash, dan Blok Masela

PGAS Q1 2026: laba tumbuh 46% YoY, P/B di bawah 1x, dividend yield 10%, dan kontrak LNG Blok Masela 15 tahun — nilai sudah ada, tapi entry point teknikal masih perlu konfirmasi. Tapi Technicals Belum Konfirmasi